|
Event
News
|
|
|
Final Result
FASTRON PERTAMAX TCC 2008
VRA - Seri 4 & 5 |
Persaingan panas papan atas
Tidak kurang dari 15 starter pembalap turun di balapan satu merk VOLKSWAGEN ini yang sekaligus juga mendapat Compliment penghargaan dari pihak SENTUL Circuit, Sdr. Tinton Soeprapto bagi VW Indonesia, The Oldest Race Club pada seri balap Fastron Pertamax Touring Car Champhionship 2008 di sirkuit Sentul, Minggu, 02 November 2008 lalu.
Dalam balapan ini juga sempat terjadi kecelakaan yang menyebabkan VRA 01 yang dikendarai Anto Kuswanto harus terpental dan salto sebanyak 3 kali diudara sebelum akhirnya menghantam panasnya gravel berbatu di Sentul.
Awal selepas keluar tikungan L7 dari R6 di lap ke 3 kondisi VRA 088 Maman Haruman yang berada diposisi terdepan spin dan berbalik arah diikuti VRA 072 Salaudin. Posisi VRA 001 Anto yang terlalu rapat tidak sempat menghindar hingga terjadi jumping jack flash beberapa kali.
Namun sang Driver masih diberi keselamatan dari Rollbar yang melindungi seluruh kabin, walau pergelangan tangan sempat luka akibat bergesekan dengan gravel sirkuit.
"Gw beruntung walau sempat ngerem, buang hingga masuk gravel paling dalam" ujar VRA 018, Agung Nugroho.
Namun balapan ini terus berlangsung yang akhirnya menempatkan GB Bathara VRA-022 pada urutan pertama dan Salaudin Ravasia VRA-072 pada urutan kedua sedangkan untuk posisi ketiga diraih oleh Agung Nugroho VRA-018 pada balapan VW OMR seri ke 5
Lalu kenapa VRA 088, Maman Haruman di Lap awal sempat memimpin lomba pada seri 4 tiba-tiba kedodoran ?
"Ada trouble engine, saat RPM tinggi dan keluar tikungan, linkage Karburator bermasalah, jadi harus pasrah di lap berikut turun peringkat" aku VRA 088 didampingi kumendan VRA, Undang yang juga ternak Species Langka Single Cabin plus highroof & crew Mobile Support Volkswagen Racing Assciation.
Devile Old & New Volks
Disisipi 2 laps bagi para penggemar VW untuk merasakan nikmatnya Sirkuit Sentul dengan semua jenis VW menjadi aura tersendiri.
"Keinginan pihak Sentul untuk menggandeng komunitas VW dalam memaksimalkan sirkuit baik area Pit dan Paddock dalam setiap kegiatan kalendar ITCC menjadi tantangan bagi kita" jelas Ario VBC, Bang Ali 'Dimos' dan Fobo dari VW-Indonesia sepakat. Regulasi RETRO
"Sekali lagi VOLKSWAGEN mendapat kesempatan sekaligus pengujian yang cukup serius mengingat balapan kali ini adalah balapan yang paling unik karena menggunakan tambahan bobot mobil yang lebih berat dari kelas balapan lainnya, dan hasilnya cukup memuaskan bagi para pembalap maupun tim mekanik", ujar Ananda B. Isa sebagai Technical Director dari Carpit Nanda Hot Roding yang dipercaya oleh PT. Djarum 76 untuk menangani kendaran Arief VRA 076.
Hingga seri ini rupanya masih menjadi ganjalan dalam regulasi baik material blok mesin yang digunakan & bobot kendaraan yang menguntungkan OLDSKOOL terbitan Jepang.
VW paling ditakuti bagi OLDSKOOL terbitan Jepang kelahiran 1980 seperti Corolla DX, Datsun P510, Twincam GTI, Levin AE86, Fiat 124Sport Coupe dll.
"Dimana dengan bobot ringan, VW dapat melibas kelas diatasnya dengan pasokan double Carb setiap QTT berlangsung" ulas Ananda B Isa, juragan Carpit.
"Spek kendaraan adil tapi bobot menjadi berat menguntung tim lawan" keluhnya lagi. Gimana panitia ? Sama rasa sama rata
Sistim regulasi yang sederhana dan merata serta perawatan kendaraan yang ekonomis menjadi jawabannya.
"Tujuan utama kita mengumpulkan komunitas penggemar mobil lawas yang terkenal pada jamannya" jelas Redison, koordinator balap retro ini.
Memperebutkan Piala Emas dan Piala Tetap
"The Golden Light Award"
• 1641cc Class ( STD ) single Carb
• 1776cc Class Free Carb
• 2060cc ( Performances ) Free Carb
Untuk kendaraan WAJIB - Jenis VW BEETLE (VW Type I )
• Blok mesin tipe 1, 2 atau 3
• Kruk as dan boring berdasarkan kelas yang diikuti
• Cylinder Head & ukuran klep bebas • Porting polish diperbolehkan
• Camshaft bebas • Turbo injection tidak diperbolehkan
Berita dari :arief VRA 016 ; kodoq72 ; b.7029
©
Copyright 2002 vw-indonesia.com
|