Event News
  Product News
  Autosport News

 

 

Product News

Sejuta Kenangan Beetle
'Last Edition'


It's not just a hobby ........
Begitulah yang ada di benak dan hati para pecinta Volkswagen Beetle yang saat ini sedang 'bersedih'. Sedih lantaran mobil serba bulat itu sudah tidak lagi diproduksi menyusul keputusan Volkswagen AG menutup produksi Beetle di Puebla, 65 mil sebelah tenggara Kota Meksiko pada 30 Juli 2003.

Untuk mengobati kesedihan para penggemarnya sekaligus untuk memperingati 69
tahun keberadaan Beetle, pabrik di Meksiko itu melansir Beetle 'Last
Edition'
. Edisi terakhir Beetle yang di Indonesia dikenal sebagai 'VW Kodok'
ini dibuat dalam jumlah yang sangat terbatas, 3.000 unit saja.

Volkswagen (VW) Beetle, si kodok tua sudah tutup usia. VW takkan lagi memproduksi seri Beetle yang lama. Old Beetle terakhir diproduksi kemarin. Ia merupakan Beetle ke 21.529.464

Ya! Itulah angka produksi VW Beetle selama lebih dari 70 tahun keberadaannya.
old Beetle terakhir keluar dari pabrik VW di Meksiko. Ia berjenis Aquarius "?
tima Edici?", dengan mesin 34kW 1.6 liter, berbahan bakar bensin. Untuk nama
funky-nya, VW menyebutnya sebagai Beetle Baby Blue. Jenis ini eksklusif hanya
dibuat 3.000 buah..

Keruan saja, edisi sangat spesial ini menjadi incaran para kolektor di
seluruh dunia. Bagi mereka, Beetle 'Last Edition' menyimpan sejuta kenangan.
Bentuknya yang serbabulat tidak dimakan zaman. Mobil ini juga menjadi simbol
kendaraan yang populer bagi segala lapisan. Meski posisi mesin di belakang,
urusan perawatan terbilang mudah dan murah.

Bahkan, pada 1968, nama Beetle semakin mencuat setelah tampil dalam film
produksi Walt's Disney, Love Bug. Beetle berperan sebagai Herbie yang
dicirikan sebagai mobil balap berwarna putih bergaris biru dan merah dengan
nomor 53. Sukses Herbie dalam layar lebar ini juga mendongkrak penjualan
Beetle di seluruh dunia.

VW Beetle didesain oleh Ferdinand Porsche pada tahun 1930-an. Idenya saat itu
ialah menciptakan mobil bagi rakyat. Namun seiring dominasi industri otomotif
AS, banyak kalangan akhirnya malah menjadikan VW Beetle sebagai simbol kampanye
anti produk-produk AS.

Segera saja, penjualan Beetle pun melaju. Di mulai dari Jerman, pabriknya
segera menyebar hingga ke 20 negara. Sampai dengan tahun 1978, penjualan Beetle
menyentuh angka 16,2 juta.

Entah akal-akalan atau memang kesal dengan predikat yang disandang VW Beetle,
akhirnya pada tahun 1970-an, Pemerintah Amerika Serikat (AS) melarang masuknya
VW Beetle ke AS. Alasannya, mesin Beetle dinilai tak aman bagi pengendara.
Walau demikian, Beetle tetap eksis.

Pasar lah yang akhirnya menamatkan riwayat Old Beetle. Selera masyarakat yang
berubah akhirnya memaksa VW untuk mempensiunkan old Beetle dan menggantinya
dengan new Beetle.

Karena itu, wajar jika para pecinta Beetle di seluruh dunia bersusah payah
terbang ke Puebla, Meksiko untuk memiliki 'sejuta kenangan' Beetle 'Last
Edition'.

Harga meroket
Beetle 'Last Edition' memang sengaja dibuat dengan mempertahankan wujud
klasik orisinal yang ditandai dengan lis-lis berlapis krom, strip putih
(whitewall) pada ban termasuk logo khusus 'Last Edition' pada kap mesin
belakang.

Harga untuk sebuah Beetle 'Last Edition' yang dijual ke diler di Puebla,
Meksiko, ini hanya dibanderol US$8.000 atau Rp68 juta (kurs Rp8.500/US$).
Beetle edisi spesial ini ditawarkan dalam dua warna yaitu beige dan
powder-blue.

Beetle 'Last Edition' yang mengambil bentuk Beetle tahun 1970-an ini
berkapasitas 1.600 cc empat silinder yang mampu menyemburkan 45 tenaga kuda.
Berbekal transmisi manual empat percepatan, Beetle ini mampu menembus
kecepatan 0-100 km dengan waktu 27,2 detik. Kecepatan maksimum si 'Kodok'
bisa mencapai 124 km/jam.

Pengamat mobil di Meksiko memperkirakan harga Beetle 'Last Edition' akan
melambung tinggi mengingat sejarah yang ditinggalkannya.

"Harga ini pasti melambung setelah dijual ke pasar karena mobil ini
tergolong klasik, apalagi edisi terakhir yang sangat terbatas," kata Marcos
Bureau, editor Vochomania (majalah khusus pecinta Beetle di Meksiko) seperti
dikutip kantor berita AP.

Perkiraan ini terbukti. Kolektor asal Australia, Gary Collis, rela merogoh
kocek dua setengah kali lipat yaitu US$20.000 atau sekitar Rp170 juta untuk
bisa memboyong Beetle 'Last Edition' ke Negeri Kanguru.

"Saya langsung terbang ke Meksiko ketika diumumkan keberadaan Beetle edisi
terakhir yang diproduksi sangat terbatas. Saya harus memiliki satu sebagai
bagian dari koleksi saya," ujar Collis bersemangat.

Di tanah kelahirannya, Jerman, Beetle edisi terakhir ini dijual seharga
US$14.900 per unit. Begitu pula di Inggris yang menaikkan harga hingga
US$16.000 per unit. Tidak ketinggalan pabrik Volkswagen di Brasil yang
berencana mengimpor Beetle 'Last Edition' dari Meksiko untuk dijual seharga
US$13.000

"Ini memang akhir dari cerita panjang bagi Beetle. Banyak pecinta Beetle
yang akan sedih meski masih bisa dikenang," ujar Ivan McCutcheon, editor
VolksWorld, majalah khusus penggemar VW di London.

Nicolas Rosenow, pemilik Omnicar (importir mobil di Berlin) juga
mengungkapkan pihaknya menerima 600 permintaan Beetle 'Last Edition' dalam
tiga minggu terakhir. Rencananya, dia hanya menjual 91 unit kepada kolektor
di Jerman dan beberapa negara Eropa lainnya.

Biar ilegal tapi terpuaskan
Di Amerika Serikat, Beetle dilarang 'berkeliaran' di jalanan sejak 1977
karena mesin di belakang dengan sistem pendingin udara tidak lolos emisi
yang distandardisasi pemerintah AS. Kebijakan ini menghapus impian membawa
Beetle 'Last Edition' ke Negara Paman Sam.

Tetapi, itu tidak berlaku bagi Jerry Jess, kolektor VW dari Phoenix Arizona.
Dia bersusah payah mendapatkan izin agar bisa memboyong Beetle 'Last
Edition' melewati perbatasan Meksiko ke garasi rumahnya.

"Di Amerika itu banyak sekali yang mengagumi Beetle edisi terakhir ini. Saya
yakin bisa membawa pulang mobil ini sekalipun secara ilegal," ujar Jess
penuh harap.

Untuk mengenang penghentian produksi Beetle di Puebla, Meksiko, ini pihak
Volkswagen melakukan upacara khusus yang melibatkan seluruh pekerja pabrik
Beetle. Rangkaian bunga dan nyanyian tradisional masyarakat Meksiko mewarnai
pelepasan terakhir Beetle 'Last Edition'.

Dengan berakhirnya edisi 'Old' Beetle, fasilitas pabrik VW di Puebla ini
dipakai untuk memproduksi New Beetle yang lebih modern meski meninggalkan
desain lengkung saudara tuanya.

Kesedihan yang ditinggalkan 'Old' Beetle pun tersirat di wajah para pekerja
yang setia melayani selama 25 tahun. Di antaranya, Armando Pasillas yang
telah menghabiskan usianya di pabrik VW, Puebla, Meksiko. "Banyak sekali
kenangan selama membangun Beetle, termasuk belajar bahasa Jerman. Saya
merasa kehilangan," ujar bapak berusia 60 tahun ini.

Begitu pula Manuel Rubio, sopir taksi berusia 45 tahun ini juga merasa
sedih. Maklum, seluruh taksi di Meksiko menggunakan Beetle. "Kenangan saat
pertama mengemudikan Beetle rasanya terlalu kecil bagi saya yang tingginya 6
kaki. Tetapi, lama-lama cukup nyaman dan murah perawatannya," kata Rubio.

Apa pun ceritanya, VW Beetle tetap menarik. Apalagi bagi pecintanya, muncul
istilah It's not a car, it's a Volkswagen. Adios Amigos! (Cahyo/X-7)

 

Event News | Product News | Autosport News

Hosted by
Best viewed 1024 X 768 res with

©Copyright 2002 vw-indonesia.com